PT Agro Industri Nasional (Agrinas)
Profil
- Jenis
- BUMN Holding — Konstruksi & Pangan
- Kepemilikan
- 99% YPPSDP (Yayasan Kemenhan), 1% Koperasi Karyawan
- Asal Usul
- Transformasi dari PT Virama Karya, Yodya Karya, dan Indra Karya
- Peran Kunci
- Kontraktor utama pembangunan fisik 80.081 unit Koperasi Merah Putih
Relasi
RED FLAG
Presiden Prabowo Subianto menandatangani Inpres No. 9/2025 yang meluncurkan program KMP senilai Rp210T, sekaligus mengendalikan YPPSDP yang memiliki 99% saham Agrinas — kontraktor utama program tersebut. Presiden adalah pembuat kebijakan sekaligus penerima manfaat kontrak. Ini bukan sekadar konflik kepentingan — ini adalah capture negara oleh institusi presiden.
Dirgayuza Setyawan: (1) Kepala Divisi Media Sosial Gerindra → (2) Direktur Operasi Agrinas → (3) Asisten Khusus Presiden Prabowo (Oktober 2025). Orang yang mengetahui seluruh operasi internal Agrinas kini duduk di lingkaran inti istana. Akses informasi sensitif tentang kontrak KMP/food estate mengalir langsung ke Presiden via orang yang sama.
Agrinas mendapat kontrak pembangunan 80.081 koperasi (Rp128T projected) + impor 105.000 kendaraan India (Rp24,66T) + subkontrak ke PMJS (Rp10,83T) — total potensi Rp160T+ — semua via penugasan langsung tanpa tender kompetitif. KPK menyatakan harus ikuti 12 tahapan, namun praktiknya banyak bypass. ICW sudah menyoroti ketertutupan informasi pengadaan.
Danantara (dipimpin Burhanuddin Abdullah — mantan terpidana korupsi, Thread B) mendanai Rp210T program KMP, yang kontraktor utamanya (Agrinas) dikuasai yayasan Prabowo, yang diawasi Menteri dari Gerindra (Ferry Juliantono), yang dibiayai dari Dana Desa (58% alokasi) + APBN. Satu loop tertutup: kebijakan (Prabowo) → kontraktor (Agrinas/YPPSDP) → pembiayaan (Danantara) → pengawasan (Menteri Gerindra). Tidak ada titik independen.
YPPSDP (org-ppsdp) is super node yang mengendalikan tiga vehicle pengambilan anggaran negara sekaligus: (1) Agrinas — kontraktor utama KMP Rp128T+, (2) TMI — intermediary alutsista (draft Perpres 25 tahun USD124,99 miliar), (3) mitra SPPG program MBG. Ketiganya dikendalikan satu yayasan non-profit: Prabowo sebagai Ketua Pembina, Musa Bangun (Waketum Gerindra) sebagai Ketua. Seluruh direksi TMI adalah teman seangkatan Prabowo (AKABRI 1970) atau kader Gerindra. PBHI+ICW+Imparsial sudah laporkan ke Ombudsman RI (Februari 2024) atas dugaan maladministrasi.